Indonesian Top Colleges and Universities
Indonesian Top Colleges and Universities
Statistik Pengunjung
  • User sedang online: 2
  • Pengunjung Hari ini: 440
  • Kemarin: 1099
  • Pengunjung Minggu ini: 3665
  • Jumlah Pengunjung: 580223
  • Referensi Mesin Pencari: 5890

mixed-method-jpgGay  dan Mills ( 2006: 496) menyatakan bahwa mixed method adalah gaya dari penelitian yang menggunakan prosedur untuk menentukan penelitian yang menerapkan keduanya yaitu kualitatif dan kuantitatif agar mendapatkan pemahamna yang seutuhnya. Menurut Cresswel dalam bukunya, Mixed Method Research adalah suatu desain penelitian yang didasari asumsi filosofis sebagaimana metode inquiri. Mixed method juga disebut sebagai sebuah metodologi yang memberikan asumsi filosofis dalam menunjukkan arah atau memberi petunjuk cara pengumpulan data dan menganalisis data serta perpaduan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui beberapa fase proses penelitian.

  1. Triangulation design adalah untuk memperoleh data yang berbeda tetapi saling melengkapi (complementary) untuk meneliti masalah penelitian dengan topik yang sama. Maksud penggunaan desain ini adalah untuk menyeimbangkan kelebihan dan kekurangan yang overlap antara metoda kuantitatif dan kualitatif. Tergambar sebagai berikut, kuantitatif (ukuran sampel luas, trend, dan membuat generalisasi) sedangkan kualitatif ( ukuran sampel kecil, detail, dan mendalam). Desain ini digunakan apabila peneliti ingin membandingkan dan membedakan secara langsung terhadap hasil analisis statistic kuantitatif dengan temuan kualitatif atau untuk memvalidasi/mengekspansi hasil kuantitatif dengan data kualitatif.
  2. Embedded design adalah desain mix method dimana seperangkat data berfungsi sebagai pendukung (support), peranan kedua dalam studi tergantung pada jenis data yang lain. Premis dasar desain ini adalah bahwa seperangkat data yang single tidaklah cukup, karena pertanyaan penelitian yang berbeda perlu jawaban yang berbeda pula, maka setiap jenis pertanyaan masing-masing membutuhkan jenis data yang berbeda pula.
  3. Explanatory design adalah desain yang menggunakan a two-phase mixed method (gambar 3). Tujuan umum desain ini adalah data kuantitatif membantu memperjelas dan membentuk hasil kualitatif yang inisial. Desain explanatory dapat juga digunakan oleh peneliti apabila ingin membentuk kelompok yang didasarkan pada hasil kuantitatif dan akan menindaklanjuti (follow up) kelompok tersebut melalui penelitian kualitatif.
  4. Exploratory design hampir sama dengan explanatory design karena menggunakan “two-phase” dengan tujuan hasil dari metoda kesatu (kualitatif) dapat membantu metoda kedua (kuantitatif). Desain ini didasarkan pada premis bahwa eksplorasi dibutuhkan dengan beberapa alasan, yaitu pengukuran atau instrumen kurang tepat, variabel tidak diketahui, atau tidak ada kerangka acuan/teori 

    Sumber:

    http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/195706131985031-MAMAN_ABDURAHMAN_SAEPUL_R/METODE_PENELITIAN/MAKALAHNYA/Review_Mixed_Methods_research.pdf

    http://isites.harvard.edu/fs/docs/icb.topic1334586.files/2003_Creswell_A%20Framework%20for%20Design.pdf